Minggu, 05 Mei 2013

INSPIRATOR DUNIA SAINS (AL-KINDI)


AL-KINDI
FILOSOF MUSLIM PERTAMA

gambar ini dikutip dari embah google
entah siapa yang pertama kali meluncurkan

Al-Kindi adalah sosok bapak filosof muslim yang petama di dunia ini. Pemikran-pemikirannya yang telah di tuangkan pada karya-karyanya, sungguh sangat menakjubkan dan luar biasa. Kontribusi pemikiran al-Kindi sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan, kemajuan ilmu pengetahuan (sains) dan filsafat di zaman modern sekarang ini. Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta filsafat ini, sangat dirasakan di dunia Barat walaupun ada sebagian mereka yang sinis dan tidak mengakui. Akan tetapi sadar ataupun tidak sadar (diakui ataupn tidak), toh mereka sekarang lagi sedang menikmati kemajuan ilmu pengataun dan teknologi.

Al-Kindi (185 H/801 M – 260 H/ 873 M) adalah seorang filosof Muslim pertama yang tercatat dalam sejarah dunia. Pegetahuan filsafat pada abad ke-2/ ke-8 M berada di tangan orang-orang Kristen Syria, yang terutama pada dokter-dokter di Syria. Al-Kindi mulai menrjemahkan karya-karya filsafat Yunani yang berbahasa Yunani kedalam bahasa Arab atas dorongan kahalifah al-Makmun. Sebagai Muslim Arab pertama yang mempelajari ilmu pengetahuan dan filsafat, al-Kindi patut disebut “Ahli Filsafat Arab”.

Nama lengkap al-Kindi adalah Abu Yusuf Ya'kub bin Ishak ibn Sabbah ibn Imran ibn Ismail al-Ash'ats bin Qais al-Kindi. Kindah adalah salah satu suku Arab besar pra-Islam. Kakeknya, al-Ash'ats ibn Qais, memeluk Islam dan dianggap sebagai salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw. Al-Ash'ats bersama beberapa perintis Muslim pergi ke Kufah tempat ia tinggal dan keturunnya. Ayah al-Kindi Ishaq al-Sabbah, menjadi Gurbenur Kufah selama kekhalifahan Abbasiyah al-Mahdi dan al-Rasyid. Namun masyarakat Barat sering menyebutnya al-Kindus. Al-Kindi berasal dari Arab Selatan. Ia lahir kemungkinan besar pada tahan 185 H/ 801 M, sekitar dasa warasa sebelum khalifah al-Rasyid meninggal dan al-Kindi dari keluarga yang kaya dan terhormat.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya al-Kindi pindah kebasrah, Irak, untuk menambah pengetahuannya di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Setelah itu ia pergi ke Bagdad untuk melanjutkan kuliah. Al-Kindi di kenal sabagai seorang filosof yang mahir kimia dan matetamika. Dalam sejumlah karyanya, al-Kindi sering membahas masalah logika dan matematika. Ia juga sering mengulas buku karya Aristoteles.

Dalam catatan biografi al-Kindi, al-Muntakhab, dikatakan bahwa ia adalah Muslim pertama yang terkenal di bidang filsafat. Sejumlah karya, terjemahan, dan koreksi atas hasil karyanya sendiri adalah bentuk subangsihnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Ia adalah seorang tokoh yang memperkenalkan masalah metafisika, psikologi, etika, dan metode pendeketan secara logika serta ilmiah kepada masyarakat Mulim Arab. Seorang filosof sejati dan pemikir yang bijak. Karya-karyanya yang luar biasa membuat namanya berada posisi tertinggi di bidang ilmu pengetahuan.

Pada sebagian besar karya-karya al-Kindi (berjumlah 270 buah) hilang. Ibn al-Nadim dan yang mengikutinya, al-Qifti, mengkelompokan tulisan-tulisan al-Kindi, yang kebanyakan riasah-risalah pendek, menjadi tujuh belas kelompok: 1. filsafat, 2. logika, 3. ilmu hitung, 4. globular, 5. musik, 6. astronomi, 7. geomatri, 8. sperikal, 9. medis, astrologi, 10. astrologi, 11. dialektika, 12. psikologi, 13. politik, 14. mterologi, 15. dimensi, 16. benda-benda pertama, 17. spesies tertentu logam dan kimia dan lain-lain.

Gambaran karya-karya ini, menujukan betapa luas pengetahuan al-Kindi. Beberapa karya ilmiahnya telah di terjemahan oleh Gerard dari Cremona ke dalam bahasa Latin, dan karya-karyanya tersebut sangat mempengaruhi pemikiran orang-orang Eropa pada abad pertengahan. Cardano menganggap al-Kindi sebagai salah satu dari dua belas pemikir terbesar di dunia ini.

Dengan kecerdasan dan keahlian yang dimilikinya, al-Kindi juga menulis buku tentang kriptologi atau seni memecahkan kode. Dalam bukunya yang berjudul Risalah Fi Istikhraj al-mu'amm atau Manscript for the Deciphering Cryptographic Messeges itu, ia menjelaskan beberapa cara menguraikan kode rahasia. Ia juga mengklasifikasikan kode rahasia tersebut, menjelaskan ilmu fonetik Arab dan sintaksisnya. Lewat buku ini, al-Kindi memperkenalkan penggunaan metode statistika untuk memecahkan kode rahasia. Pengalamannya sebagai penerjemah sandi rahasia dan pesan yang tersembunyi dalam naskah asli Yunani dan Romawi, telah mempertacam naluri al-Kindi di bidang kriptonalisa. Sehubungan dengan itu ia pernah menjabarkan pengalamannya tersebut dalam sebuah makalah. Di kemudian hari, makalah tersebut di bawa ke Barat untuk diterjemahan dan diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul Manscript for the Deciphering Cryptographic Messeges.

Tidak hanya menguasai ilmu kriptologi, al-Kindi juga pakar di bidang matetamika. Ia telah menghasilkan beberapa buku mengenai sistem penomoran, yang kemudian menjadi dasar arit matika modern. Selain itu al-Kindi juga memberikan kontribusi besar dalam bidang geometri bola, bidang yang sangat mendukungnya dalam studi astronomi. Bersama al-Khwarizmi dan Banu Musa bersodara, ia diberi tugas menerjemahkan karya-karya filosof Yunani, dalam Bahasa Arab oleh Khalifah al-Makmun

Al-kindi sangat mengagumi pemikiran para filosof Yunani Ramawi. Ia sangat terilhami oleh dua filosof besar Yunani, yaitu Socrates dan Aristoteles. Pengaruh kedua tokoh ini bisa dilihat dalam beberapa karya al-Kindi. Dan demikian juga al-Kindi adalah sebagai filosof pertama yang menyelaraskan agama dan filsafat. Ia melicinkan jalan bagi al-Farabi, Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd. Ia memberikan dua pandangan yang berbeda. Yang pertama, mengikuti jalur logika, memfilsafatkan agama. Yang kedua, memandang agama sebagai ilmu ilhahiah, dan ia menmpatkannya diatas filsafat. Ilmu Ilahiah ini bisa diketahui lewat jalur para Nabi. Tatapi dengan melalui penafsiran ini, maka agama menjadi selaras dengan filsafat. Demikianlah uraian singkat Biografi Bapak Filosof Muslin Pertama, sedikit banyaknya mudah-mudahan ada manfaatnya wabil khusus bagi penulis dan umumnya pemabaca yang dirahamati Allah swt.
Waallahu a'lam bishawab.

Wassalam,
Amingsa syah, Cirebon, Indonesia 2013

4 komentar:

amingsa syah mengatakan...

al-hamdulillah telah selesai menulisnya...
mudah-mudahan kita bisa menteladani perjugan beliau...

amin haidar mengatakan...

setelah membaca filosof muslim pertama yakni Al-Kindi...ternyata barat itu berutang budi kepada Islam wabil khusus kepada Al-Kindi...
mudah-mudahan kita bisa ikuti jejak perjuangan Al-Kindi dalam berkarya yang terbaik buat ummat manusia...

Inayah Maula mengatakan...

ya betul al-Kindi adalah bapak inspirator dunia...
sumbangsih pemikirannya sungguh luar bisa...

Amjad Amin mengatakan...

ya al-kindi adalah bapaknya sains modern...

Poskan Komentar