Latest Entries »

Minggu, 18 April 2021

AMALAN-AMALAN DAHSYAT MENGISI RAMADAHAN

 

Renungan Inspirasi Ramadhan ke-2

AMALAN-AMALAN DAHSYAT MENGISI RAMADAHAN

Oleh: Amingsa

 

Bismillah laa haula walaa quwwata illa billah,

Yaa Allah… Engkau adalah DZat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dalam hati sanubari yang paling dalam kita hamba yang fakir ini, pasti ingin sekali setiap tahun bertemu dangan Ramadhan-Mu yang nan mulia dan agung. Awal Ramadhan-Mu adalah rahmat, pertengahan Ramadhan-Mu adalah ampunan dan akhir ramadhan-Mu adalah puncak amal keimanan dan ketaqwaan yaitu untuk bebas dari api neraka-Mu.

Mau tidak mau, bila tahun ini Ramadhan terakhir, maka kita harus melakukan amalan-amalan ibadah yang dahsyat dan yang terbaik dihadapan Allah Swt. Sepatutnya kita selalu memperbaharui kuwalitas keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya, agar tidak menyesal di akhirat kelak dan agar mendapatkan kucuran rahmat, ampunan serta ridho-Nya.

Ada beberapa amalan yang dahsyat di cintai Allah Swt, apabila seorang hamba mengamalkan dan mengistiqamahkan terlebih-lebih bila sekarang ini, berada pada Ramadhan terakhir. Maka menjadi suatu keharusan untuk mengerjakan amalan-amalan dahsyat yang sangat cintai Allah Swt, dengan begitu kita berharap setelah mengerjakan bebarapa amalan yang terbaik dihadapkan Allah Swt. Maka menjadi sebuah magnet untuk mendapatkan kucuran rahmat, ampunan dan ridho-Nya.

Mari kita merenungkan salah satu hadits baginda Nabi Muhammad Saw, telah bersabda Rasulullah Saw, bertanya salah satu seorang shabat kepada Rasul, Wahai Rasulullah , amalan-amalan apa yang paling Allah Swt cintai? Bersabda Rasul: shalat tepat pada waktunya, selanjutnya apa lagi? Bersabda Rasul: Berbakti kepada kedua orang tua, selanjutnya apa lagi? Bersabda Rasul: jihad dijalan Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika tahun sekarang Ramadhan terakhir, minimal-minimal sekali kita mengerjakan tiga amalan dahsyat yang sangat di cintai Allah Swt. Amalan dahsyat pertama yang sangat dicintai Allah Swt, adalah mengerjakan shalat fardhu tepat pada waktunya. Alangkah dahsyatnya, ketika mengerjakan shalat fardhu berjama’ah tepat pada waktunya apalagi dibulan Ramadhan. Maka pahala shalat fardhu tersebut dilipat gandakan berlipat-lipat pahalanya oleh Allah Swt. Lebih dahsyatnya lagi bila ditambah mengerjakan dibulan Ramdhan itu dengan beberapa amalan shalat sunah diantaranya; istiqamah shalat sunah tahajud, taubat, tasbih, hajat, istikharah, dhuha dan shalat sunah tarawih. 

Sebab kita menyadari betul bahwa setiap Ramadhan datang, jangan sampai setiap detik demi detik, menit demi menit dan hari demi hari Ramdhan tersebut, terlewat begitu saja. Apalagi bila Ramadhan tahun ini terakhir. Teramat sayang sekali kalau Ramadhan tahun ini dilewatkan tidak mengerjakan amalan-amalan dahsyat yang terbaik dihadapan Allah Swt. Yaitu mengerjakan shalat fardhu berjama’ah tepat pada waktunya dan ditambah dengan shalat-shalat sunah yang lainnya. 

Amalan dahsyat yang terbaik kedua yang sangat dicintai Allah Swt, yaitu sentiasa berbakti kepada kedua orang tua. Apa lagi jika sekarang berada pada Ramadhan terakhir, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua paling tidak dengan memuliakan dan membahagiakan mereka keduanya sebagai wujud bakti kepada kedua orang tua. Agar kita mendapatkan ridhanya. Sebab kita ketahui bersama bahwa ridha Allah Swt, tergantung ridhanya orang tua kepada kita.

Sungguh amalan yang dahsyat ketika Ramadhan datang kita senantiasa berbakti kepada kedua orang tua dengan memuliakan dan membahagiakan mereka keduanya. Berbakti, memuliakan dan membahagiakan kedua orang tua adalah Seruan Allah Swt, kepada semua hambanya yang beriman dan bertaqwa agar kita selalu berbakti kepada kedua orang tua. Semoga dengan kita senantisa berbakti dengan memuliakan dan membahagiakan mereka keduanya, terlebih-lebih dibulan Ramadhan niscaya akan mendatangkan banyak kebaikan untuk kita.

Amalan dahsyat yang terbaik ketiga yang sangat dicintai Allah Swt, adalah jihad dijalan Allah Swt. Jihad dalam konteks makna yang luas, bisa jadi maknanya yaitu berbacam-macam. Oleh sebab itu, makna jihad yang sekarang kita refleksikan disini ialah terkait dengan Ramadhan, jika Ramadhan tahun ini Ramadhan terakhir. Maka jihadnya adalah jihad melawan hawan nafsu dengan berpuasa Ramadhan yang gigih dan sekuat tenaga lahir batin. Dengan perjuangan yang kuat lahir batin untuk puasa Ramadhan, semoga kita akan mampu mengendalikan hawa nafsu. Sehingga puasa Ramadhan yang kita tunaikan menjadi puasa yang terbaik dihadapan Allah Swt. 

Terkait dengan puasa baginda Nabi Muhammad Saw, bersabda puasa itu adalah prisai (benteng). Ternyata bagi orang yang mengerjakan puasa, baik itu puasa sunah atau pun wajib ia akan memiliki prisai (benteng) sebagai pelindung diri. Kalau kita merenung sejenak dengan kondisi pademi covid-19, banyak orang-orang muslim yang masih takut dan khuwatir dengan virus corona. Padahal virus corona makhluk Allah juga yang kecil, seharusnya kita lebih tenang dalam menghadapinya tidak usah takut dan khuwatir.

Sebab dalam ajaran Islam telah diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw, 21 abad yang lalu, kalau ingin sehat jasmani dan ruhani yaitu dengan berpuasa. Karena puasa itu adalah prisai (benteng) bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Ketika jiwa raga kita sudah dijaga dan diberikan prisai (benteng) oleh Allah Swt, niscaya segala macam makhluk tidak bisa menyakiti jawa raga seseorang yang sedang berpuasa termasuk virus corona. Inilah resep hidup sehat jasmani dan ruhani yang paling dahsyat dalam menghadapi kodisi sekarang yaitu dengan berpuasa. Semoga dengan puasa Ramadhan tahun ini, mampu meningkatkan kuwalitas iman dan taqwa kepada Allah Swt, disamping sehat jasmani serta ruhani. Ketika kuwalitas iman dan taqwa meningkat insyaallah ridha Allah Swt akan kita dapatkan.

Satu amalan dahsyat lagi yang sangat diajurkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw, yaitu tingkatkan frekwensi membaca Al-Quran dan lebih diintesifkan lagi. Bila sudah berada pada bulan Ramadhan dengan meningkatnya frekuwensi membaca Al-Quran, mudah-mudahan menjadi amal dahsyat yang terbaik dihadapan Allah Swt. Sungguh butuh pengorbanan yang luar biasa untuk meningkatkan frekuwensi membaca Al-Quran agar selalu hatam Al-Quran bebrapa kali. kalau pun toh tidak sanggup berkali-kali hatam,  minimal satu kali hatam di bulan Ramadhan dan di kerjakannya secara istiqamah. Karena amalan sedikit kalau kita dikerjakan secara istiqamah menjadi amalan dahsyat yang di cintai oleh Allah Swt.

Demikianlah amalan-amalan dahsyat yang terbaik dan yang cintai Allah Swt, yaitu yang sepatutnya di kerjakan dengan sungguh-sungguh penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, jika Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir. Semoga kita diberikan kemampuan oleh Allah untuk selalu istiqamah dalam mengerjakan amalan-amalan dahsyat yang terbaik dan yang dicntai Allah Swt. Begitu juga shabat-shabat yang baik hati mudah-mudahan bisa mengerjakan amalan-amalan dahsyat terbaik dan cintai Allah Swt. Aamiin… 

Wallahu ‘alam bis-shawab.

Wassalam,
Amingsa
Ramadhan 1442 H
aminazra.blogspot.com
aminbhsarab.blogspot.com
aminamjad9.blogspot.com


MENGUATKAN ENERGI NIAT PUASA RAMADHAN

 Renungan Inspirasi Ramadhan ke-1

MENGUATKAN ENERGI NIAT PUASA RAMADHAN

Oleh: Amingsa

 

Setiap puasa Ramadhan setelah sholat tarawih dan witir, sudah kita maklumi bersama yaitu suadah menjadi lazim untuk selalu membaca niat puasa Ramadhan. Hal yang demikian  sudah menjadi kebiasaan para jama’ah shalat tarawih dan witir untuk membaca niat puasa Ramadhan. Bahkan niat tersebut dipandu oleh Ustadz atau Kiai sebagai imam tarawih kemudian diikuti oleh para jama’ah sebagai makmumnya.

Tidak bisa dipungkiri penomena tersebut, telah terjadi setiap tahun dan menjadi adat atau kebiasan setelah shalat tarawih serta witir senantiasa membaca niat puasa Ramadhan. Kalau diperhatikan kembali membaca niat puasa Ramadhan, menjadi hal biasa saja dan lumrah dilakukan pada semua jama’ah shalat tarawih serta witir, baik itu jama’ah tarawih di masjid-masjid ataupun di mushol-mushola khususnya di Indonesia.

Dilihat dari kaca mata ilmu fikih membaca atau mengucapkan niat puasa Ramadhan adalah merupakan salah satu rukun yang harus dilakukan pada malam hari. Boleh niat puasa setelah shalat tarawih plus witir, boleh tengah malam dan boleh juga sepertiga malam. Maksimalnya adalah membaca niat puasa Ramadhan wajib dikerjakan atau dilafalkan  sebelum azan subuh dikumandangakan oleh muazin di masjid-masjid ataupun di mushola-mushola.

Oleh karena itu, sudah menjadi adat kebiasan di Indonesia bahwa niat puasa Ramadhan dibacakan dan lafalkan setelah shalat tarawih serta witir. Namun yang perlu menjadi perhatian khusus adalah niat puasa Ramadhan harus dengan kesungguhan, kesadaran dan penuh dengan keikhasan. Jikalau ini tidak dilakukan bisa jadi puasanya biasa-biasa saja dan kurang semangat hanya mendapakan lapar dan dahaga saja.

Terkait dengan hal tersebut, mari kita perhatikan dan pahami kembali keterangan hadits baginda Nabi Muhammad Saw, telah bersabda Rasulullah Saw,”betapa banyak orang yang berpusa, tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu, kecuali hanya mendapatkan lapar dan dahaga.” (HR Ahmad)

Hadits baginda Nabi Muhammad Saw dengan gamblang menjelaskan bahwa sebagian besar orang-orang yang berpuasa Ramadhan tersebut tidak mendapatkan apa-apa dari puasa yang mereka kerjakan kecuali hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Bisa jadi banyak orang-orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa, yaitu tidak mendapatkan pahala, kebajikan, hikmah dan manfaat berpuasa tersebut. Sehingga banyak orang-orang yang berpuasanya menjadi sia-sia.

Betapa sayangnya puasa Ramadhan yang sudah bersusah payah dengan menahan hal-hal yang memebatalkan puasa. Berpuasa menahan diri dari sejak waktu mendirikan shalat subuh berjam’ah, yaitu dari terbit matahari sampai terbenam matahari yakni sampai waktu menjelang maghrib. Tepat pada waktu maghrib untuk berbuka puasa. Akan tetapi puasanya tersebut kebanyakan orang-orang tidak mendapatkan apa-apa hanya lapar dan dahaga saja. Ini menjadi suatu hal yang sangat disayangkan, merugi dan bahkan menjadi sia-sia puasanya.

Oleh karena itu, boleh jadi energi niat berpuasa Ramadhannya tidak ada atau kurang bersungguh-sungguh dalam berniat puasa Ramadhan. Sehingga berpuasanya hanya mendapatkan lapar, dahaga dan bahkan puasa tersebut menjadi sia-sia belaka. Salah satu faktor penyebabnya adalah niat berpuasanya kurang bersungguh-sungguh atau kurang kuat. Hal tersebut akan berdapak berkurangnya energi niat berpuasa khususnya puasa Ramadhan.

Sudah seyogyanya niat puasa Ramadhan yang setiap kali diucapkan dan dilafalkan dengan kesunguhan, kesadaran dan ikhlas semata-maka mangharap ridho Allah Swt. Niat puasanya tidak bersenda gurau, apalagi niat puasanya main-main tidak dengan sungguh-sungguh dengan sepenuh hati. Inilah yang terjadi kalau kita perhatikan secara seksama tidak sedikit orang yang berpuasa tersebut, pada siang hari tidur bahkan tidurnya berjam-jam. Sehingga puasanya kurang produktif dan energi puasa Ramadhannya pun menjadi lemes, loyo serta melemah.

Maka menjadi sangat penting menguatkan kembali niat berpuasa Ramadhan dengan cara dengan kesungguhan, kesadaran dan keikhlasan semata-mata mangharap ridha Allah Swt. Agar energi niat puasa Ramadhan tersebut dapat memberikan dampak positif yang dahsyat. Kalau ini yang diamalkan niscaya puasa Ramadhan tersebut menjadi tidak sia-sia. Puasa Ramadhan menjadi lebih produktif dan mengisi puasa Ramadhannya dengan amalan-amalan sunnah yang terbaik serta sangat dianjurkan oleh baginda Nabi Muhammad Saw.

Wallahu ‘alam bis-shawab.

Wassalam,
Amingsa
Ramadhan 1442 H
aminazra.blogspot.com
aminbhsarab.blogspot.com
aminamjad9.blogspot.com