Latest Entries »

Selasa, 24 April 2012

MISTERI MALAM KEMULIAAN

-->

MENGGAPAI MALAM KEMULIAAN ALLAH SWT


Sebentar lagi kita akan menghadapi bulan ramadhan, bagi setiap muslim wajib menunaikan puasa sebulan penuh sebagai konsekuensi keimanan dan keyakinan kita kepada Allah SWT. Menunaikan ibadah puasa dengan kesungguhan, kekhusu'an dan istiqomah, inilah menjadi modal kekuatan kita agar mendapatkan malam kemuliaan (lailatul qodar).

Malam kemuliaan yang lebih populer di sebut dengan nama “ lailatul qodar” yakni malam yang banyak menyimpan berjuta-juta rahasia Allah SWT, oleh sebab itu kita sebagai hamba-hamba Allah, sangatlah rugi kalau kita diam saja tanpa meningkatkan kualitas usaha ibadah kita, untuk menggapai malam kemuliaan tersebut. Agar kita dapat menyentuh dan merasakan “ lailatul qodar” harus ada usaha yang maksimal dalam beribadah baik secara lahiriyah maupun batiniyah kesemuanya itu mesti dilandasi dengan keimanan dan keyakinan yang kuat insyaallah nanti dapat merasakan.

Firman Allah SWT, dalam surat Ad-Dukhan ayat 2-5;

. إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِى لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ . فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ أَمْرًا. مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسَلِيْنَ.

Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya kamilah pemberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh dengan hikmah, yaitu urusan besar dari sisi Kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus Rasul-rasul. (Surat Ad-Dukhon ayat 2-5)

Dari Abu Hurairoh RA. Nabi Muhammad SAW, bersabda ; Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan karena keimanan dan mengharap ridho Allah SWT, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

Barang siapa yang bangun pada malam “lailtul qodar” karena keimanan dan mengharap ridho Allah SWT, akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu. ( HR. Mutafak Aleih)

Dari Aisyah RA, Rosulullah SAW, bersabda ; Carilah oleh kalian malam “lailtul qodar” malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan. (HR. Bukhori)

Dari Ibnu Umar RA, Beberapa sahabat Rosulullah SAW, pernah bermimpi melihat “lailtul qodar” pada tujuh malam terakhir. Rosulullah SAW, bersabda “ Aku kira mimpi kalian itu telah sesuai dengan tujuh hari malam terakhir. Barang siapa yang ingin mendapatkannya carilah pada tujuh malam terahir ( HR. Mutafak Aleih).

Dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW, bersabda ; Carilah malam lailatul qodar pada 10 terakhir bulan ramadhan, bisa jadi pada hari ke-9, hari ke-7 atau hari ke-5, (HR. Bukhori).

Penjelasan ayat al-Quran dan beberapa hadits Rasulullah SAW, tentang malam kemuliaan (lailatul qodar) sungguh menakjubkan, karena malam tersebut adalah malam yang penuh dengan keberkahan, rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Malam kemuliaan merupakan malam penuh dengan kebaikan-kebaikan diturunkan oleh Allah SWT, kepada semua hamba-hambanya yang pada saat itu, lagi sedang beribadah dengan sungguh-sungguh dan khusu'. Alangkah indahnya kalau kita bisa merasakan dan mendapatkan malam kemuliaan (lailatul qodar) karena nilai pahalanya tiada terkira, bahkan ada yang menafsirkan sebagian Ulama yaitu pahalanya setara dengan ibadah selama 83 tahun 4 bulan.

Maka kita bagi umat Islam sudah menjadi keharusan untuk mempersiapkan diri untuk menyongsong dan menyambut bulan suci ramadhan. Bulan ramadhan yang dimana didalamnya banyak hikmah dan keutamaan-keutamaan. Dalam rangka untuk menggapai hikmah dan keutamaannya, alangkah lebih baik lagi, kalau kita untuk memahami kembali hikmah dan keutamaan pada bulan ramadhan.


Imam Hasan Al-Bana mengungkapkan ;

Bulan ramadhan adalah bulan ruhani, bulan pembersihan jiwa, bulan munajat dan bulan waktu untuk menghadap Allah SWT.
Barang siapa yang mendengarkan ayat-ayat kitab Allah pada bulan ramadhan, maka ia mendapatkan cahaya dan petunjuk pada hari qiamat.

Berikut ini beberapa penjelasan tentang keutamaan-keutamaan malam kemuliaan (lailatul qodar) dan kiat-kiat untuk menggapai (mendapatkannya) ;
  1. Allah menurunkan Al-Quran pada malam "lailatul qodar".
  2. Lailatul qodar itu lebih baik dari pada seribu bulan. Artinya beribadah dimalam itu dengan ketaatan, sholat, baca Quran, berzikir dan berdoa kepada Allah SWT, sama nilai pahalanya dengan 83 tahun 4 bulan. Barang siapa yang mengabaikan lailatul qodar, maka terabaikan dari segala kebaikan.
  3. Pada malam itu, para malaikat turun kebumi dengan membawa kebaikan, keberkahan dan rahmat.
  4. Lailatul qodar adalah malam kesejahteraan dan keselamatan, pada malam itu, hamba Allah yang sholeh dapat menjumpai malam tersebut, ia akan dibebaskan dari hukuman dan azab dengan sebab ketaatan kepada Allah SWT.
  5. Allah SWT, menurunkan surat Al-Qodar secara sempurna yang di kumandangkan pada hari qiamat.

Kiat-kiat untuk menggapai malam kemuliaan (lailuat qodar);

  1. Lebih bersungguh-sungguh dalam melaksanakan semua bentuk ibadah siang dan malam dibulan ramadhan. Dan menjauhkan diri dari segala hal yang mengurangi keseriusan ibadah.
  2. Melakukan i'tikaf dengan segenap tenaga dan kemampuan.
  3. Melakukan qiamul lail dengan tertib dan sungguh-sungguh.
  4. Berzikir dan tadarus Al-Quran yang lebih di intensifkan.
  5. Pancarkanlah kesungguhan taubat, tawadhu, tawakal, ikhlas, qona'ah dan mahabbah kepada Allah SWT.
  6. Memperbanyak do'a bermunajat kepada Allah SWT, dan memohon ampunan kepada-Nya, diantara dengan do'a sebaga berikut......

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Dalam kitab Ihya Ulumudin, Iman Al-Ghozali Menjelaskan terkait dengan terjadinya malam kemuliaan (lailatul qodar) ;

  • Apabila awal puasa jatuhnya pada hari minggu atau hari rabu, maka “lailatul qodar” terjadi pada malam ke-29.
  • Apabila awal puasa jatuhnya pada hari senin, maka “lailatul qodar” terjadi pada malam ke-21.
  • Apabila awal puasa jatuhnya pada hari selasa atau hari jumat, maka “lailatul qodar” terjadi pada malam ke-27.
  • Apabila awal puasa jatuhnya pada hari kamis, maka “lailatul qodar” terjadi pada malam ke-25.
  • Apabila awal puasa jatuhnya pada hari sabtu, maka “lailatul qodar” terjadi pada malam ke-23.

Demikianlah sedikit ulasan dan kajian tentang malam kemuliaan (lailatul qodar), mudah-mudahan ada manfaatnya wabil khusus bagi penulis dan umumnya bagi pembaca yang budiman. Penulis sadar bahwa tulisan yang singkat ini, pasti banyak kekurangan disana-sini. Oleh karenanya penulis berharap ada masukan dan kritikan yang membangun agar tulisan kedepan lebih baik lagi.

Wassalam,
Amingsa Syah, Cirebon, Indonesia 2012
http://aminazra.blogspot.com
http://amjadamin9.blogspot.com

Senin, 23 April 2012

KHUSU' DAN HAKEKAT SHOLAT


KHUSU' DAN HAKEKAT SHOLAT

MEMAHAMI KHUSU' DAN HAKEKAT SHOLAT

Sholat merupakan sarana untuk berdialog dan berkomunikasi kepada, Sang Pencipta Alam Jagat Raya ini. Yakni berdialog dan berkomunikasi kepada Allah SWT, dengan sebaik mungkin, baik secara lahiriyah maupun batiniyah. Agar dialog dan berkomunikasinya berkualitas, maka harus memahami kembali tentang sholat yang khusu' dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengerjakannya serta melakukan langkah-langkah yang kongkrit.

Khusu' secara etimologi artinya adalah takut, menunduk, bersujud, tandus, hampir lenyap dan menyusut. Menurut Imam Muhammad al-Husein bin Mas'ud al-Bughowi; khusu' secara etimologi adalah tenang, sujud dan tenang karena takut kepada Allah SWT.

Sedangkan khusu' secara terminologi;

a). Ibnu Qayyim menjelaskan khusu' adalah tunduk, menerima perintah dan hukum Allah SWT, serta  menerima kebenaran-Nya.
b). Dari Abu Syima' mengungkapkan, khusu' itu adalah merendahkan diri dan patuh kepada Allah SWT, secara lahiriyah dan batiniyah.

Dalam surat Al-Mu'minun ayat 1- 3, Allah SWT, berfirman ;

(قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ (1) الَّذِيْنَ هُمْ فيِ صَلَوتِهِمْ جَاشِعُوْنَ (2) وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزكَّاَةِ فَاعِلُوْنَ (3)

Sesungguhnya beruntnglah orang-orang yang beriman (1) yaitu, orang-orang yang khusu' dalam sholatnya (2) Dan orang-orang yang menjauhkan diri perbuatan dan perkataan yang tidak berguna (3). (S. Al-mu'minun : 1-3).


Imam Ar-Rozi menjelaskan dalam kitab tafsirnya, khusu' adalah kalau hati seseorang ada ketaatan kepada Allah SWT, maka anggota badannya akan taat juga. Adapun penjelasan Syekh Ahmad Al-Maroghi dalam kitab tafsir al-maroghinya, orang yang sholat hanya gerak-geriknya saja, sehingga sholatnya tidak mencapai tujun yang dimaksud, hal ini termasuk lalai dalam sholat.

Secara sederhana, khusu' dalam sholat dapat diusahakan menjadi tiga ranah;
    • Khusu' lahiriyah
    • Khusu' batiniyah
    • Tempat (suasana) yang tenang.
    Langkah-langkah riil untuk khusu' externalnya;
    1. Bila lapar makan terlebih dahulu.
    2. Tidak menahan kencing, buang angin dan buang air besar.
    3. Berpakain baik dan bersih
    4. Hawa tidak panas
    5. Mengerjakan sholat pada awal waktu.
    6. Tempat sholat bersih dari kotoran dan gambar.
    7. Tempat sholat tidak bising.
Sholat yang khusu' akan mendapatkan keuntungan-keuntungan, diantaranya ;
  • Dapat memeberi keberutungan didunia dan akhirat. Maksudnya didunia ini dapat hidup bahagia sehingga jauh dari perbuatan dosa dan nista.
  • Dapat terhindar dari perbuatan keji dan munkar.
  • Dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan semangat tolong-menolong kepada fakir miskin, yatim dan sesama manusia.

Hakekat Sholat
  1. Sholat merupakan proses inti hubungan manusia dan Tuhannya, disamping itu juga merupakan proses inti untuk menghidupkan makna-makna keimanan kepada Allah SW T. Firman Allah SWT, dalam surat al-Baqoroh ayat 143 ; “ Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan Imanmu.
  2. Sholat merupakan amalan yang bisa menghidupkan keimanan, kelurusan jalan seseorang adalah sesuai dengan kadar akidah dan keimanan didalam hatinya.
  3. Sholat merupakan suatu simbol atau bukti kongkrit seseorang bahwa benar-benar ma'rifat kepada Allah SWT, bersyukur kepadanya dan juga gambaran nyata pengakuan kehabaannya hanya kepada Allah SWT.
  4. Dengan sholat, dosa dan kesalahan-kesalahan dapat terhapus, karena sholat adalah ritual pembaharu ikatan dan perjanjian dengan Allah SWT.
  5. Sholat merupkan manisfestasi, exspresi, exsen dari rukun Islam sebelumnya. Adapun rukun-rukun Islam sesudah sholat merupakan dampak atau kosekuensi dari mendirikan sholat.
  6. Batas minimal sesorang muslim adalah menegakan sholat lima waktu, namun apabila ada yang ingin minta kelebihan dari Allah SWT, ingin menyembahnya lebih dari batas minimal, maka Allah SWT, memberi kesempatan kapadanya. Dalam surat Thoha ayat 15 ; “Dan tegakkanlah sholat untuk selalu mengingatku.
    Prof, Dr, Muhammad Qurais Shihab menjelaskan, sholat dilakukan secara sadar, ikhlas dan berkesinambungan, itu akan membekas didalam jiwa sehingga menimbulkan kedamaian, ketentraman serta dapat mengubah secara total sikap kejiwaan seseorang.




Wassalam,
amin_azra cirebon 2012

Minggu, 22 April 2012

UCAPAN-UCAPAN BERKUALITAS


UCAPAN-UCAPAN BERKULITAS

TAHSINUL KALAM

Ulama Ahli Hikmah;
 

“ Perkataan sebagai obat, kalau sedikit berguna kalau banyak berbahaya”, oleh karena itu sedikitkanlah perkataan sekedar untuk memecahkan masalah (perkara). Menyampaikan seperlunya dan memelihara ucapaan ataupun perkataan adalah termasuk menjaga kehormatan diri.



Ahli filosuf, mengungkapkan;
“ Manusia itu bisa diketahui kadar keadaannya dengan perkataan-perkataanya”

Tentang Tahsinul Kalam, setidaknya ada lima fase :
1). Perkataan untuk sesuatu ajakan kebaikan (nasehat, seruan dalam kebaikan).
Hasan al-Bisri menjelaskan; “ lidah oang yang berakal (berilmu) berada dibelakang hatinya, sedangkan hati orang jahil berada di belakang lidahnya”.

Dan Kholifah Umar Bin Abdul Aziz, mengungkapkan; “ orang yang tidak mengukur perkatannya dengan perbutannya, niscaya banyak sekali kesalahannya”.

2). Perkataan (ucapan) sesuai dengan tempat dan waktu.
Orang alim (berilmu) menjelaskan : “ Manusa yang sangat berbahaya dan yang paling banyak mendapat kesusahan adalah manusia yang mempunyai lidah terlepas dan hati tertutup. Ia tidak tahan diam dan tidak tertata dalam berkata-kata”.

Ulama Hikmah mengungkapkan, “ berkata-kata itu mudah, tetapi mengerjakan apa yang kita katakan susah (sulit).

3). Perkataan itu mesti berisi (berbobot) dan ringkas.
Ulama Hikmah mengungkapkan : “ Kalau mau berkata-kata, hendaklah perkataanmu itu karena ilmu, Dan kalau diam, hendaklah diammu itu karena sabar serta hendaklah engkau jaga perkataan itu, sebagaimana engkau menjaga hartamu”.

4). Perkataan “halus dan sopan”. Perkataan yang kotor itu menghilangkan kemuliaan.
Perkataan halus dan sopan ini, merupakan perintah Allah SWT, yakni dengan perkataan yang lemah lebut baik terhadap orang lain lebih-lebih terhadap kedua orang tua. Sebagaimana yang termaktub dalam Al-Quran surat al-Isro ayat 24 , Allah SWT berfirman : Dan hendaklah kamu berbuat baik, kepada orang tua dengan sebaik-baiknya, jika salah seorang diantara keduanya samapai usia lanjut adalah dalam pemeliharaanmu. Maka jangan sekali-sekali kepada keduanya berkata kasar kepadanya, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka dengan perkataan ynag lemah lembut.

5). Perkataan sederhana dalam pujian dan jauhkan dari mencela.

Wassalam,
amin_azra crb 2012

Kamis, 19 April 2012

TAWARAN PAHALA MEMBACA AL-QURAN


PAHALA MEMBACA AL-QURAN

Meningkatkan Frekuensi kajian Al-Quran


Meningkatkan prekuensi kajian Al-Quran yakni dengan membaca, mempelajari, mendalami dan mengamalkan Al-Quran yang terjadi pada umumnya di Indonesi, adalah pada bulan ramadhan wabil khusus tadarus Al-Quran. Sebetulnya perintah untuk mengkaji ataupun membaca mempelajari, mendalami dan mengamalkan Al-Quran bukan hanya pada bulan ramadhan saja, akan tetapi sepajang masa, selama kita masih bernafas. Ada kewajiban bagi kita untuk selalu menkaji, membaca, mempelajari, mendalami dan mengamalkan Al-Quran, sebab itu semua adalah perintah Allah SWT dan Rosul-Nya. Sebagai pebahasan pendahuluan mengulas kembali ayat Al-Quran surat al-Isro ayat 9 dan surat Al-Baqoroh ayat 185.

Surat al-Isro ayat 9;
(إِنَّ هَذَا الْقُرْاَنَ يَهْدِي لِلَّتِيْ هِيَ أَقْوَمُ وَ يُبَشِرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيْرًا (الاسراء : 9
Sesungguhnya al-Quran ini memberi petunjuk kejalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin, yang mengejakan amal sholeh, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.

Surat al-Baqoroh ayat 185;
(شَهْرُ رَمَضَانَ اَّلذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاَنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهدَى وَالْفُرْقَانِ (البقرة : 185
Bulan ramadhan adalah bulan didalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk tersebut, dan pembeda antara yang benar (hak) dan yang salah (batil).

Pada dua ayat ini, Allah SWT, menjelaskan bahawa oarang-orang yang mengkaji Al-Quran akan mendapatan pahala yang besar. Kemudian Allah SWT pun, menjelaskan pada surat al-Baqoroh ayat 185, bahwa orang-orang yang senatiasa mengkaji Al-Quran akan menemukan, fungsi-fungsi Al-Quran yakni, Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia, sebagai penjelasan-penjelasan bagi petujuk tersebut serta sebagai pembeda antara yang benar (haq) dan yang salah (batil).

Dalam beberapa hadits, yang diriwyatkan oleh dari Imam Bukhori, Mulim Abu Dawud, At-Tirmizi, An-nasai dan Ibnu Majah, Roulullah SAW, bersabada; sebaik-baik kamu adalah oarang-orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkanya.
Riwayat dari 'Aisyah RA, bahwasanya Rosulullah SAW , bersabda;
اَلْمَاهِرُ بِاْلقُرْاَنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ اْلبَرَرَةِ وَ اَّلذِي يَقْرَاءُ الْقُرْاَنَ وَيَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Orang-orang yang pandai (mengkaji) Al-Quran bersama-sama malaikat yang mulia lagi baik, sedangkan yang membaca al-Quran terbata-bata karena kesulitan dia mendapatan dua pahala.

Dalam riwayat lain Rosulullah SAW, menjelaskan;
اَلَّذِي يَقْرَأُهُ وَهُوَ يَشْتَدُّ عَلَيْهِ أَجْرَانِ (رواه البخارى ومسلم وأبو داود والترمذى والنساءى)
Orang yang kesulitan membaca Al-Quran dia akan mendapatan pahala dua kali lipat. (HR. Bukhori, Muslim, Abi Daud, At-Tirmizi, Nasai dan Ibnu Majah)

Membaca Al-Quran termasuk amal yang sangat mulia dan mendapatan pahala berlipat ganda. Ali bin Abi Tholib menjelaskan bahwa tiap-tiap orang yang membaca Al-Quran dalam sholat akan mendapatkan pahala 50 kebajikan untuk tiap-tiap huruf yang diucapkannya. Membaca Al-Quran diluar sholat dengan berwudhu pahalanya 25 kebajikan, bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya. Sedangkan membaca Al-Quran diluar sholat dengan tidak berwudhu pahalanya 10 kebajikan, bagi tiap-tiap huruf yang diucapkannya.

Demikianlah, sangat pentingnya meningkatkan frekuensi mengkaji (tadarus) Al-Quran, bagi semua manusia . Kalau kita betul-betul mencintai Allah dan Rosulnya, sudah barang tentu selalu ada kemauan untuk meningkatkan frekuensi tadarus Al-Quran, sebagai tanda bukti cinta kita kepada Allah dan Rosul-Nya. Pahala yang ditawarkan Allah SWT, sungguh berlipat ganda dan tiada terkira, sayang sekali kalau kita tidak mengerjakan perintah-perintah-Nya dan mengamalkan sunnah-sunnah Rosul-Nya.


Wassalam,
amin_azra crb 2012

ILMU MENGHIDUPKAN MANUSIA


ILMU MENGHIDUPKAN MANUSIA

PENTINGNYA ILMU

Ilmu merupakan modal utama dalam mengarungi kehidupan ini, kehidupan yang penuh dengan persaingan, tantangan dan permasalahan kompleks. Untuk mengatasi semua itu, pasti kita membutuhkan pemecahan masalah, sudah barang tentu menyelesaikannya dengan menggunakan ilmu. Yakni ilmu yang sesuai dengan kadar permasalahan-permasalahan yang kita hadapi di dunia ini.


Ilmu dalam pandangan barat ada beberapa aspek ;
  1. Aspek wahyu (kalam ilahi)
  2. Aspek humaniora (manusia), sikologi dan akhlaq
  3. Aspek material, fisikal, kimia, biologi dan astronomi.
Banyak ayat-ayat al-Quran yang mengulas dan menjelaskan tentang ilmu, di antaranya :
Surat Al-Mujadalah ayat 11;
(يَرْفَعِ اللهُ الذِّيْنَ أمَنوُا مِنْكُمُ وَالذَّيْنَ أُوتُواالْعِلْمَ دَرَجَاتٍ (المجادلة : 11
Allah SWT, akan mengangkat orang-orang yang beriman di anatara kamu dan oarang-orang yang berilmu beberapa derajat.
Surat Az-Zumar ayat 9;
(هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُواالْاَلْبَابُ ( الزمر : 9

Apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang -orang tidak berilmu...? sesungguhnya orang-orang berakallah yang dapat menerima ilmu.
Surat Al-Haj ayat 54;
وَلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوابِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوْبُهُمْ وَإِنَّ اللهَ لَهَادِ الَّذِيْنَ أمَنُوْا اِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ (الحج :54)
Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Quran itulah yang benar (hak) dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepada-Nya dan sesungguhnya Allah SWT, adalah pemberi petujuk bagi orang-orang yakin (beriman) kepada jalan yang lurus.
Surat Saba' ayat 6;
(وَيَرَى الَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مَنْ رَّبِّكَ هُوَ الْحَقُّ وَيَهْدِي اِلَى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ (سباء : 6
Dan orang-orang diberi ilmu berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar (hak) dan menujuki manusia kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
Surat Al-fatir ayat 29;
(إِنَّمَا يَخْشَى اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءِ إِنَّ اللهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ (فاطر : 28
Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambanya, hanyalah para Ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.


Penjelasan tentang ilmu dalam surat Al-Fatir pada ayat yang lainnya, yakni pada ayat 19-22; Allah SWT, mengambarkan tentang ilmu, kebodohan itu adalah sejajar dengan buta, dan ilmu sejajar dengan melihat, sehingga kebodohan itu adalah dikatakan juga kematian. Dan ilmu itu adalah kehidupan. Ibnu Qoyum Al-Jauziah salah satu Ulama klasik menjelaskan tentang pengaruh ilmu. Pertama ilmu itu dapat memberi petunjuk kepada Iman, yang kedua ilmu itu menujukan kepada pemiliknya untuk melaukan amal-amal yang utama disisi Allah SWT.

 Agar kita menuntut ilmu (belajarnya) mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT, alangkah indahnya kalau kita terapkan etika ataupun adab-adab menuntut ilmu. Di bawah ini beberapa adab menuntut ilmu (belajar).

Adab-adab mencari ilmu dan belajar
  1.  Mesti semangat dalam mencari ilmu walaupun harus menghadapi kesulitan dan tantangan yang berat.
  2.  Bersikap baik kepada Mu'alim (guru), memuliakan dan menghormatinya.
  3.  Sabar dan santun kepada Mu'alim (guru).
  4.  Tidak pernah puas dalam mencari ilmu.
  5.  Diniatkan karena Allah, artinya menuntut ilmu harus dianggap sebagai ibadah dan jihad fi sabilillah.

Inilah sekelumit pembahasan tentang pentingnya ilmu yang disertakan dengan beberapa dalil dari ayat-ayat al-Quran dan ditambahkan dengan adab-adab mencari ilmu. Agar tumbuh semangat (motivasi) untuk lebih mendalami kembali tentang kajian-kajian ilmu, oleh sebab itu ilmu sangatlah penting didalam mengisi perjalan kehidupan kita ini. Perjalan hidup yang penuh dengan persaingan, tantangan dan permasalahan kompleks ini, akan menjadi lebih mudah hadapinya, kalau kita sudah punya ilmunya.



Wassalam,
amin_azra 2012 crb


Jumat, 13 April 2012

MISTERI TENGAH MALAM

Mengistikomahkan Sholat Malam

Mengkaji kembali surat al-isro: 79 dan al-mujamil: 6-7,
"Dan pada sebagian malam, bersembahyanglah (sholat) tahajudlah kamu sebagai sutau ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat terpuji". (al-isro:79)
 "Sesungguhnya bangun diwaktu malam adalah lebih tepat (untuk khusu') dan bacaan disaat itu lebih terkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunya urusan yang panjang (banyak)", (al-mujamil: 6-7).

Dalam sebuah hadits Qudsi Allah SWT, berfirman :
"Rahmat Allah turun kebumi pada sepertiga malam terakhir. Orang-orang yang tertidur nyenyak tidak beribadah kepada Ku, maka pengakuan cintanya kepada Ku, hanya omong kosong belaka. Bukankah setiap orang yang saling bercinta kasih, selalu cari waktu sunyi untuk berbisik dengan kekasihnya..? Aku (Allah) sangat senang melihat kekasihku yang membayangkan kehadiran Ku dihadapanya, bicara dari hati ke hati dengan Ku. Orang-orang seperti itu akan Aku tempatkan di dalam Surga.

Ada bebrapa ungkapan orang-orang bijak, mereka membagi waktu malamnya menjadi tiga bagian ;
1. Sepertiga malam untuk keluarga yakni dari jam 18.00-21.00.
2. Sepertiga malam untuk istirahat (tidur) dari jam 22.00-01.00
3. Sepertiga malam diperuntukan untuk Allah SWT, sholat malam dari jam 02.00-05.00.

Keterangan hadits yang lainnya menjelaskan; " Hendaklah kamu menegakan sholat malam, sesungguhnya sholat malam itu merupakan kebisaan dari orang-orang sholeh sebelum kalian, (HR. Abi Umamah). 


Apa yang paling perlu dan penting dalam hidup kita ini...? tentu saja jawabannya adalah Allh SWT, titik dunia dan seisinya tak bakal ada tampa kendak-Nya. Waktu siang dan malam ini diciptakan Allah SWT. Diri kita diciptakan Allah, Dialah Yang Maha Penting. Menyediakan waktu untuk berdialog dengan-Nya, juga sangat penting dan sholat malam menjadi sangat penting.


Cinta itu ditandai dengan rasa rindu. Jika kita sudah rindu untuk bertemu dengan Allah SWT, silakan hubungi Allah setiap malam. Jika tidak Allah juga tidak membutuhkan kita, yang jelas kalau kita rindu kapada-Nya, Allah pasti akan balas rindu kita. Jika kita membencinya Allah SWT, akan membuat perhitungan nantinya.


Wasslam; 
Amin_azra Syah Crb 2012