Latest Entries »

Selasa, 23 Maret 2021

WUDHU SEBAGAI PENANGKAL VIRUS CORONA

 

WUDHU SEBAGAI PENANGKAL VIRUS CORONA

(Amingsa)

 

Jika seorang muslim berwudhu, maka dosa-dosanya akan keluar dari telinga, mata, kedua tangan, dan kakinya. Apabila ia duduk  sehabis wudhu, maka ia duduk dalam keadaan dosa-dosanya telah terampuni.

(HR. Ahmad)  

Saat ini semua Negara di dunia sedang dilanda dan di gemparkan dengan adanya wabah virus corona yang mematikan. Yaitu pandemi covid-19 termasuk Indonesia yang penduduknya muslim terbesar di dunia, tak luput terkena dampak wabah virus corona yang sangat dahsyat. Akibat pandemi covid-19 yang meluas dibelahan dunia ini, telah mengkoyakkan sendi-sendi kehidupan suatu bangsa di dunia termasuk bangsa Indonesia.

Banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa pendemi covid-19. Dalam prespektik Islam bahwa setiap musibah yang menimpa manusia atau masyarakat suatu bangsa, pasti dibalik peristiwa yang terjadi ada banyak hikmah yang biasa dipetik. Yaitu salah satu protokoler kesehatan adalah selalu membersihkan tangan setiap saat, ketika keluar dari rumah untuk menuju  tempat kerja masing-masing atau pun sebaliknya juga pulang dari kerja. Dalam ajaran Islam tentang membersihkan  tangan sudah ada dan telah di ajarkan 21 abad yang lalu oleh baginda Nabi Muhammad Saw. Agar manusia senantisa hidup bersih dan khususnya orang-orang muslim di seluruh dunia sangat dianjurkan hidup selalu bersih dengan senantisa mencuci tangan yakni dengan berwudhu. Bahkan berwudhu sesuatu hal yang wajib di kerjakan minimal lima kali dalam sehari yang di lakukan oleh oang-orang muslim.

Dalam mengadapi wabah virus corona ataupun pandemi covid-19, wudhu adalah penangkal yang luar bisa yang langsung di ajarkan oleh Allah dan di praktekan oleh baginda Rasulullah Saw, kepada umat manusia terlebih bagi orang-orang muslim. Minimal bagi orang-orang muslim membersihkan tangan (wudhu) wajib lima kali. Selanjutnya baginda Rasulullah Saw, sangat mengajurkan umatnya untuk senantisa menjaga wudhu agar hidupnya menjadi bersih.

Terkait dengan menjaga wudhu (kebersihan) mari kita renungkan hadits Rasulullah Saw, bersabda, Jika seorang muslim berwudhu, maka dosa-dosanya akan keluar dari telinga, mata, kedua tangan, dan kakinya. Apabila ia duduk  sehabis wudhu, maka ia duduk dalam keadaan dosa-dosanya telah terampuni. (HR. Ahmad)

Sungguh mengagumkan dalam ajaran Islam, wudhu itu bukan hanya untuk penangkal virus corona saja akan tetapi lebih dari itu. Bahwasanya wudhu itu juga pada hakekatnya sebagai pembersih dosa-dosa manusia. Pada saat kita berwudhu membasuh kedua telinga, maka gugurlah dosa-dosa yang di perbuat oleh telinga. Sesungguh telinga yang di ciptkan Allah Swt, ialah untuk di gunakan mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan nasihat-nasihat yang baik. Bukan sebaliknya telinga di gunakan untuk hal-hal yang di haramkan seperti, mendegarkan gosib, menedengarkan kejelekan orang lain, dan sebagainya.

Ketika kita membasuh wajah, maka berguguranlah dosa-dosa yang telah di perbuat oleh wajah, di antaranya kedua mata. Pada hakekatnya Allah Swt, menciptkan mata bukan untuk melihat maksiat-maksiat, akan tetapi mata yang Allah cipatkan yang bisa melihat ini, yakni untuk melihat tanda-tanda keagungan Allah di alam semesta ataupun melihat ayat-ayat kauniyah Allah yang tersirat di alam semesta. Seperti gunung, mata air gunung, lautan, batu karang, awan, dan sebagainya. Kemudian salah satu kewajiban wudhu yaitu, membersihan (membasuh) kedua tangan sampai kedua siku tangan kanan dan kiri. Dalam hal membersihkan tangan ajaran Islam sudah mengajarkan dengan detail dan sempurna. Jika ada bagian tangan tidak terbasuh dengan air, maka wudhunya tidak sah. Ditambah lagi dalam membersihkan (membasuh) tangan di wajibkan lima kali dalam sehari dan bahkan diajurkan menjaga wudhu, bisa jadi lebih dari lima kali.

Jadi hikmah yang bisa dipetik dengan adanya wabah virus corona ini, kita diajurkan sesering mungkin untuk membersihkan tangan. Pada ajaran Islam, kita telah di ajarkan dan sangat di anjurkan selalu membersihkan tangan (menjaga wudhu), agar fisik dan seleluruh anggota badan selalu bersih. Bahkan ajaran Islam pun menjelaskan bagi orang yang selalu menjaga wudhu bukan hanya bersih fisik dan semua anggota badan, akan tetapi orang yang selalu menjaga wudhu itu, hatinya dalam keadaan besrih. Sehingga orang tersebut dalam hidupnya akan selalu tenang hatinya karena sudah bersih dari dosa-dosa.

Lebih canggih lagi dalam ajaran Islam kebersihan itu, ada benang merahnya dengan keimanan ataupun keyakinan. Sabagaimana baginda Rasulullah Saw, bersabda, kebersihan (kesucian) itu sebagian dari iman. (hadits). Dari hadits ini, orang-orang muslim wajib mengimanai dan meyakini betul, bahwasanya orang yang senantisa menjaga wudhu, ia senantisa hatinya suci serta mendapat penjagaan dari Allah Swt.

Salah satu sifat orang-orang yang beriman ialah ia selalu senantisa menjaga kebersihan (menjaga wudu). Baik itu menjaga kebersihan secara lahiriyah yaitu dengan selalu menjaga wudhu, secara otomatis kebersihan batiniyah (hati) senantisa terjaga. Sehingga orang yang beriman tersebut sangat meyakini, ketika suatu saat ajal menjemput ataupun kematian datang, ia selalu menjaga wudhunya, maka matinya itu, dalam keadaan suci, bisa di katakan mati dengan husnul khatimah.

Wudhu sebagai penangkal wabah virus korona atau pandemi covid-19 tak terbantahkan lagi bagi orang-orang yang beriman. Bahwa pada ajaran Islam tentang kebesrihan (kesucian) telah di ajarkan oleh Allah dan Rasulnya. Tinggal orang-orang muslimnya sendiri untuk memhami kembali tentang thaharah diantaranya adalah tantang wudhu. Wudhu itu bukan hanya sekedar membersihkan fisik dan semua anggota tubuh, akan tetapi wudhu itu adalah amaliyah keimanan kepada Allah Yang Maha Suci, yang pasti wudhu tersebut banyak fungsi dan manfaatnya dan menjadi penangkal yang epektif dari wabah virus corona.

Protokoler kesehatan juga mengajurkan kalau keluar rumah harus menggunkan masker agar terhindar dari wabah virus corona yang masuk melalui mulut dan hidung. Hal yang demikian ini, kalau kita benar-benar merenungkan, seakan-akan Allah itu mengajarkan kepada semua manusia agar mulut itu senantisa dijaga. Jangan sampai mulut yang telah diberikan Allah Swt, yang bisa bicara ini, digunakan dengan seenak manusia itu sendiri sesuai dengan hawa nafsunya

Inilah yang terjadi pada akhir zaman sekarang dan khususnya bangsa Indonesia yang demokrasinya sudah kurang sehat. Dengan kata lain demokrasi yang catat yang nyaris menghancurkan budaya budi pekerti yang luhur bangsa Indonesia. Dahulu Indonesia terkenal dengan budaya ramah-tamah, sopan-santu, saling mengharagai, saling menghormati pendapat saudaranya dan sebagainya. Akan tetapi sekarang ramah-tamah sudah mulai pudar dan hilang, budi pekerti yang luhur sudah tidak lagi di hiraukan, saling menghargai dan menghormati nyaris berubah menjadi saling menghujat dan memfitnah dan seterusnya.

Oleh sebab itu Allah Swt, telah memberikan peringatan kepada umat manusia dan khususnya masyrakat Indonesia. Yaitu dengan diturukan wabah virus corona yang sangat kecil tidak bisa di lihat dengan kasat mata, hanya bisa di lihat dengan mikroskop. Makhluk yang bernama virus corona ini, mampu membungkam mulut manusia diseluruh dunia, akibat kesombongan dan keangkuhan mereka yang hidup dialam dunia ini.

Di Indonesia dengan demokrasi yang kurang sehat, membuat masyarakat Indonesia nyaris menghacurkan budaya ketimuran. Yaitu budaya ramah-tamah, berbudi pekerti yang luhur, saling menghormati, saling menhargai dan sebagainya. Semua budaya ketimuran ini, sudah hapir jarang di ketemukan, yang terjadi adalah masyarkat Indonseia tidak sedikit yang beringas, pemarah, kurang berbudi dan saling menghujat serta memfitnah sesama anak bangsa. Maka semua ini, dibungkam oleh Allah Swt, dengan prantara makhluknya yang amat sangat kecil dan telah menewaskan berjuta-juta nyawa manusia di dunia ini termasuk Indonesia.

Pasti dibaik hal tersebut semua ada hikmah dan i’tibarnya. Dengan mulut dan hidung pakai masker, jika mau keluar rumah, yaitu agar manusia senantisa mejaga mulutnya dari ucapan-ucapan yang dimurkai Allah Swt. Pada hakekatnya mulut yang bisa bicara ini, yang Allah ciptakan mestinya di gunakan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Agar ucapan-ucapan manusia itu senantiasa terjaga, bersih dan suci dari maksiat-maksiat kepada Allah Swt.

Ajaran Islam tentang wudhu bukan hanya yang rukunnya saja, tetapi ada banyak sunnah-sunnahnya. Yaitu diantaranya berkumur-kumur. Berkumur-kumur dalam wudhu bukan hanya sekedar memberihkan mulut atau membersihkan kotoran yang ada dimulut. Bahkan lebih dari itu fungsi dan manfaatnya adalah dalam pandangan kaca mata Iman. Berkumur-kumur ataupun membersihkan mulut tersebut dengan air wudhu, bisa jadi pemberih dosa-dosa mulut, yang tadinya mulut sering berkata sombong, menghujat, memfitnah dan ucapan-ucapan dosa yang lainnya.

Wallahu ‘alam bis-shawab.

Wassalam,
aminazra.blogspot.com
aminbhsarab.blogspot.com
aminamjad9.blogspot.com

Jumat, 12 Maret 2021

WELCOME TO YOUR NEW LIFE

 

WELCOME TO YOUR NEW LIFE

SINOPSIS

Dalam hidup mungkin kita pernah mengalami ujian yang berat, masalah yang rumit, atau perasaan bahwa hidup tak adil. Perasaan itu lantas menjadikan diri kita khawatir dan cemas dalam menatap masa depan.

Padahal kekhawatiran itu justru menghalangi jiwa kita untuk bersemangat dalam melanjani hidup, bahkan dalam kondisi tertentu mampu membuat jiwa kita stress dan mudah putus asa.

Nasehat klasik mengingatkan kita, orang  pesimis hanya melihat kesulitan dibalik kesempatan, sedangkan orang optimis bisa melihat kesempatan dibalik kesulitan.

Nasehat itu benar adanya. Seringkali yang menyelamatkan jiwa kita saat keadaan tidak sedang baik-baik saja adalah optimisme dalam jiwa. Maka seterpuruk apapun kondisi yang kita jalani hari ini, tetaplah memandang masa depan dengan positif, karena hanya dengan sikap seperti itu kehidupan kita bisa dilanjutkan.

Sebab tak selamanya hidup kita berjalan mulus tanpa rintangan. Pasti ada saatnya kita jatuh, gagal, dan sedih. Ada saatnya kita ingin menyerah dan putus asa. Yang kita butuhkan untuk bersemangat dalam hidup ternyata bukan hanya dengan punya impian yang tinggi, tapi juga optimisme dalam jiwa bahwa mimpi itu bisa menjadi realita.

Hanya orang optimis yang mampu melihat ada cahaya terang dibalik pekatnya masalah. Hanya orang optimis yang mampu menatap kemungkinan masa depan yang cerah dibalik kegagalan hari ini.

Buku ini hadir dalam rangka membawa semangat optimisme. Berisi puluhan kisah inspiratif dari para penulisnya. Harapannya kisah dan hikmah yang tersaji dalam buku ini bisa menjadi nutrisi bagi jiwa pembaca, sekaligus meyakinkan bahwa sekelam apapun hidup kita saat ini, percayalah, masa depan kita masih suci. Maka perjuangkan dan isi sebaik mungkin.

Penulis
Ahmad Rifa’i Rif’an
Amingsa DKK
Minat bisa jafri WA (08987316243)
 
Penerbit: Alma Pustaka
ISBN: 978-623-95236-6-4
Ukuran: 14 x 21 cm
Tebal: 250 halaman

 

Wassalam,
Amingsa
Maret 2021
aminazra.blogspot.com
aminbhsarab.blogspot.com
aminamjad9.blogspot.com